Pertumbuhan E-Commerce di Asia Pasifik Menjadi Sorotan

Di Asia Pasifik, aplikasi e-commerce mengalami lonjakan pertumbuhan pengguna sebanyak 13% dan sesi pengguna meningkat 2% selama semester pertama 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa kawasan ini masih menjadi pasar potensial bagi aplikasi perdagangan elektronik di tengah penurunan global.

Menurut Shopping App Insights Report: 2025 Edition dari Adjust, yang dirilis pada Rabu (6/8/2025), pertumbuhan instalasi aplikasi di Asia Pasifik berbanding terbalik dengan tren global yang mengalami penurunan 14%. “Secara global dan di Asia Pasifik, kami melihat lanskap e-commerce, yang tidak hanya berkembang tetapi juga semakin matang. Aplikasi e-commerce yang paling sukses adalah yang mampu menggabungkan penargetan berbasis AI dengan pengalaman yang konsisten dan bermakna di setiap titik sentuhnya,” Meskipun instalasi menurun, jumlah sesi global justru meningkat 2%, menunjukkan kenaikan keterlibatan pengguna yang signifikan.

Laporan tersebut mengungkapkan pergeseran strategi akuisisi pengguna di kawasan Asia Pasifik dan global. Aplikasi e-commerce kini mengandalkan teknologi kecerdasan buatan dan strategi penargetan yang lebih cerdas, bergerak dari pendekatan yang berfokus pada skala ke strategi yang menargetkan pengguna dengan nilai tinggi.

  • Related Posts

    Dampak Perang terhadap Kebijakan Impor Minyak Indonesia

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa Indonesia telah memulai impor minyak mentah dari AS sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber energi negara. Langkah ini merupakan bagian…

    Kebijakan BBM Subsidi Tetap, Di Tengah Konflik Global

    Di tengah lonjakan harga minyak global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa harga BBM subsidi, khususnya Pertalite, tidak akan naik. Langkah ini diambil…